PROPOSAL
PRAKTEK FALAK TERSTRUKTUR
Disusun Oleh kelompok
I:
Rudi iskandar :14140064
Dosen
Pembimbing
Ifroyhati, S.Ag
AKHWAL AL- SYAKHSIYAH ,FAKULTAS
SYARIAH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN FATAH PALEMBANG
2016
PROPOSAL
PRAKTEK FALAK TERSTRUKTUR
Semester
Genap 2016
A.
PENDAHULUAN
Penentuan Awal
Waktu Shalat dan Penentuan Arah Kiblat adalah hal yang urgen didasarkan pada
posisi matahari dari Ufuk (height) dan posisi matahari dari Equator
(declination). Sebagai contoh awal waktu zhuhur ditentukan sesaat setelah
matahari tergelincir dari meridian kearah barat dan awal waktu ashar di
tentukan ketika bayang-bayang matahari telah lebih panjang dari bendanya.
Fenomena ini perlu dibuktikan dalam ibadah melakuan shalat lima waktu. Penentuan
Awal Waktu shalat secara empirik.
Untuk
menentukan arah kiblat di lapangan ada tiga metode yang dapat digunakan, yaitu
Kompas (Arah Kiblat Kompas atau AKK), Titik utara sejati (Arah Kiblat Titik
Utara Sejati atau AKTUS) dan bayang-bayang benda (Arah kiblat bayang-bayang
atau AKB). Ketiga metode ini dimaksud memiliki kelebihan dan kekurangan.
Sebagai contoh, penetapan arah kiblat dengan menggunakan kompas sangat praktis,
tetapi akurasinya tidak terjamin karna kutub utara magnet tidak selalu berimpit
dengan kutub utara bumi. Penetapan arah kiblat dengan titik utara sejati
ketetapan terjamin, tetapi membutuhkan waktu yang relatif lama dan
ketergantungan pada kondisi cuaca. Sedangkan penetapan arah kiblat dengan
menggunakan bayang-bayang cukup singkat waktunya dan akurasinya terjamin,
tetapi tergantung dari cuaca.
Ketiga metode
tersebut perlu dilakukan dilapangan terbuka untuk memberi pengalaman empirik
bagi setiap peminat ilmu falak agar mereka mengetahui dan memahami metode mana
yang memiliki kelebihan dan metode mana yang tidak memiliki kelebihan (Ada
kekurangan). Dalam hal ini perlu memilih metode mana yang dipakai sesuai ketika diterapkan pada
kondisi yang berbeda-beda.
B.
TUJUAN
1.
Untuk menentukan secara Empirik ketetapan hitungan awal waktu
zhuhur dan awal waktu ashar.
2.
Untuk memberikan pengalaman secara langsung tentang cara penentuan
arah kiblat dilapangan.
C.
WAKTU DAN TEMPAT
Praktek falak Terstruktur ini akan dilakukan pada hari Ahad, 24
April 2016, dari pukul 07:30 s.d 17:00 WIB, bertempat dihalaman fakultas
Syari’ah UIN Raden Fatah Palembang.
D.
PERALATAN YANG DI GUNAKAN
Peralatan yang digunkan dalam praktek falak terstruktur ini antara
lan:
1.
Scientific Calculator
2.
Compass, Waterpass, dan GPS
3.
Pelataran dan Tongkat Istiwa
4.
Jam dan Radio
5.
Mistar, Segi Tiga siku-siku, Busur dan Segitiga Kiblat
6.
Pena, Pensil dan Sepidol tiga warna (Biru, Merah dan Hitam)
7.
Tali, paku dan martil
E.
PELAKSANA
Praktek ini akan di laksanakan oleh
1.
Rudi iskandar (14140064)
F.
RENCANA KEGIATAN
1.
Meletakan pelataran yang memungkinkan mendapat sinar matahari
secara langsung dari pgi sampai siang
2.
Pelataran diletakan pada posisi datar dengan menggunakan waterpass
dan arah Utara pelataran diletakan menunjuk kearah Utara dengan menggunakan
kompas
3.
Menancapkan tongkat istiwa tegak lurus diatas pusat pelataran
dengan menggunakan waterpass
4.
Mengamati pergerakan bayang-bayang tongkat istiwa pada pelataran
memberi tanda (x) setiap kali bayang-bayang tongkat istiwa menyentuh lingkaran
dan mencatat waktunya pada pelataran
5.
Mengamati ketetapan perhitungan awal waktu zhuhur dengan melihat
apakah bayang-bayang tongkat istiwa telah bergeser kearah timur
6.
Mengamati ketetapan perhitungan awal waktu ashar dengan melihat
apakah bayang-bayang tongkat istiwa telah lebih panjang dari panjang tongkat
7.
Memberi tanda (x) dengan mencatat waktunya pada pelataran saat
terjadinya bayang-bayang tongkat istiwa yang menunjuk kearah kiblat
8.
Mencabut tongkat istiwa dalam keadaan pelataran masih tetap berada
posisi yang mantap
9.
Menentukan Titik Utara Sejati (TUS) guna menentukan arah Kiblat
Titik Utara Sejati (AKTUS) dengan cara sebagai berikut:
a.
Menentukan atau memilih satu diantara ketiga lingkaran yang paling
tepat untuk digunakan menetapkan Arah Kiblat Titik Utara Sejati (AKTUS)
b.
Menghubungkan dua titik pada lingkaran yang sama yang telah dipilih
sebelumnya dengan sebuah garis lurus
c.
Membuat garis yang tegak lurus pada garis hubung tersebut (b) yang
melewati titik pelataran
d.
Membuat garis Arah Kiblat Titik Utara Sejati (AKTUS) dengan
menggunakan segitiga Kiblat atau Busur dari titik pelataran
10.
Menentukan Arah Kiblat Kompas AKK) dengan menggunakan segitiga
kiblat atau busur dari titik tengah pelataran
11.
Menentukan Arah Kiblat Bayang-bayang (AKB) dengan membuat garis
lurus dari titik bayang-bayang kiblat yang melewati titik tengah pelataran
12.
Memproyektasikan Arah Kiblat yang telah diperoleh ke tempat yang
akan ditentukan arah kiblatnya.
G.
PENUTUP
Demikian proposal ini disusun sebagai syarat dan acuan melaksanakan
praktek Falak Terstruktur di lapangan.
PENENTUAN AWAL WAKTU SHALAT
1. Diketahui :
Kota: Palembang
L=
2. Ditanya :
Tentukan Awal Waktu
Shalat Dzuhur untuk kota Palembang pada tanggal 24 April 2016
Jika: d=
dan
m56d MP
j 58m 4d
3.
Jawab:
MP=
j 58m 4d
SB = 0
0’ 52” +
=
j 58m 56d
IKH= 0j 1m
4d +
12j 00m 00d
Jadi, awal shalat Dzuhur untuk kota Palembang pada tanggal 24 April 2016 pukul
12:00:00 WIB.
PENENTUAN BAYANG
– BAYANG ARAH KIBLAT
1.
Diketahui :
Kota: palembang
L=
BB/BT
2.
Ditanya :
Tentukan
saat terjadinya bayang – bayang Arah Kiblat di Kota palembang pada tangga 24
April 2016 jika: 13
05’46”
dan A = 65
28’ U-B
3.
Jawab:
a = 90
- deklinasi b =
90
- 
= 90
- 13
05’46” = 90
- 
= 76
54’14” =
92
59’ 0”
Rumus 1 : Rumus
2:
Cotan p =
cos b tan A cos(c-p) = cotan
a tan b cos p
= 92
59’ 0”
tan 65
28’ =
cotan76
54’14”tan92
59’0”cos-83
29’46,89”
= -0,1140 =-0,5056
P = -83
29’ 46,89” (c-p) = 120
22’16,2”
Kemungkinan
I
|
Kemungkinan
2
|
(c-p)1 I =
-120
= -83
C1 = -203
= -13
MP = 11
LMT = -1
SB = 0
-1
(mungki/tidak mungkin )
|
(c-p)2 = 120
P= -83
C2= 36
= 2
MP = 11
LMT= 14
SB = 0
14
(mungki/tidak mungkin
|
Jadi, saat terjadinya bayany – bayang Arah Kiblat untuk kota Palembang pada tanggal 24 April 2016
adalah pada pukul 14:26:25,95
WIB
PENENTUAN AWAL WAKTU SHALAT
1. Diketahui :
Kota: Palembang
L=
2. Ditanya :
Tentukan Awal Waktu
Shalat Ashar untuk kota Palembang pada tanggal 24 April 2016
Jika: d=
dan
m56d MP
j 58m 4d
3. Jawab :
Cotan hashar =
tan Zm+ 1
= tan (
+ 1
={(
) – (
)}+ 1
= (tan -16
+ 1
= - 0,2882 +1
= 1,2882
Hashar = 37
49’ 16,92”
Cos t = - tan
. Tan d + sec
. sec d . sin h
= -tan
Tan
+sec
.sec
sin37
49’16,92”
= (0,0521
0,2326) + (
1,0014
1,0267
0,6132
= (0,0121 + 0,6305)
= 0,6426
t
= 50
0’ 50,51”
t jam
= 3
20’ 3,37”
Map = 11
58’ 4” +
=15
18’7,37”
Sb = 0
1’ 0,63” +
=
15
18’59.37”
Ikhtiati =0
1’0,63” +
=15
20’ 0”
Jadi, awal waktu shalat Ashar untuk kota Palembang pada tanggal 24 April
2016 pukul 15:20:00 WIB.
PENENTUAN AZIMUTH KIBLAT
1.
Diketahui :
Kota: Palembang kota : Mekkah
L=
L=39
50
BT
2.
Ditanya :
Tentukan Arah Kiblat Kota Palembang
3.
Jawab :
= 
= 92
59
= 
= 68
35
B= 65
27’
30,82” U-B atau
B= 24
32’
29,18” B-U
Jadi, Arah Kiblat Kota Palembang adalah 65
27’
30,82” dari Utara ke Barat atau 24
32’
29,18” dari Barat ke Utara.
LAMPIRAN
1.
Perhitungan Awal Waktu Zhuhur
2.
Perhitungan Awal Waktu Ashar
3.
Perhitungan Arah Kiblat
4.
Perhitungan Bayang-bayang Kiblat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar