Jumat, 22 April 2016

Proposal prak. falak




PROPOSAL PRAKTEK FALAK TERSTRUKTUR


 

 
Disusun Oleh kelompok  I:
Rudi iskandar       :14140064

Dosen Pembimbing
Ifroyhati, S.Ag


AKHWAL AL- SYAKHSIYAH ,FAKULTAS SYARIAH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN FATAH PALEMBANG
2016







PROPOSAL PRAKTEK FALAK TERSTRUKTUR
Semester Genap 2016


A.    PENDAHULUAN
Penentuan Awal Waktu Shalat dan Penentuan Arah Kiblat adalah hal yang urgen didasarkan pada posisi matahari dari Ufuk (height) dan posisi matahari dari Equator (declination). Sebagai contoh awal waktu zhuhur ditentukan sesaat setelah matahari tergelincir dari meridian kearah barat dan awal waktu ashar di tentukan ketika bayang-bayang matahari telah lebih panjang dari bendanya. Fenomena ini perlu dibuktikan dalam ibadah melakuan shalat lima waktu. Penentuan Awal Waktu shalat secara empirik.
Untuk menentukan arah kiblat di lapangan ada tiga metode yang dapat digunakan, yaitu Kompas (Arah Kiblat Kompas atau AKK), Titik utara sejati (Arah Kiblat Titik Utara Sejati atau AKTUS) dan bayang-bayang benda (Arah kiblat bayang-bayang atau AKB). Ketiga metode ini dimaksud memiliki kelebihan dan kekurangan. Sebagai contoh, penetapan arah kiblat dengan menggunakan kompas sangat praktis, tetapi akurasinya tidak terjamin karna kutub utara magnet tidak selalu berimpit dengan kutub utara bumi. Penetapan arah kiblat dengan titik utara sejati ketetapan terjamin, tetapi membutuhkan waktu yang relatif lama dan ketergantungan pada kondisi cuaca. Sedangkan penetapan arah kiblat dengan menggunakan bayang-bayang cukup singkat waktunya dan akurasinya terjamin, tetapi tergantung dari cuaca.
Ketiga metode tersebut perlu dilakukan dilapangan terbuka untuk memberi pengalaman empirik bagi setiap peminat ilmu falak agar mereka mengetahui dan memahami metode mana yang memiliki kelebihan dan metode mana yang tidak memiliki kelebihan (Ada kekurangan). Dalam hal ini perlu memilih metode mana  yang dipakai sesuai ketika diterapkan pada kondisi yang berbeda-beda.



B.     TUJUAN
1.      Untuk menentukan secara Empirik ketetapan hitungan awal waktu zhuhur dan awal waktu ashar.
2.      Untuk memberikan pengalaman secara langsung tentang cara penentuan arah kiblat dilapangan.

C.    WAKTU DAN TEMPAT

Praktek falak Terstruktur ini akan dilakukan pada hari Ahad, 24 April 2016, dari pukul 07:30 s.d 17:00 WIB, bertempat dihalaman fakultas Syari’ah UIN Raden Fatah Palembang.

D.    PERALATAN YANG DI GUNAKAN
Peralatan yang digunkan dalam praktek falak terstruktur ini antara lan:
1.      Scientific Calculator
2.      Compass, Waterpass, dan GPS
3.      Pelataran dan Tongkat Istiwa
4.      Jam dan Radio
5.      Mistar, Segi Tiga siku-siku, Busur dan Segitiga Kiblat
6.      Pena, Pensil dan Sepidol tiga warna (Biru, Merah dan Hitam)
7.      Tali, paku dan martil

E.     PELAKSANA
Praktek ini akan di laksanakan oleh
1.      Rudi iskandar (14140064)
F.     RENCANA KEGIATAN

1.      Meletakan pelataran yang memungkinkan mendapat sinar matahari secara langsung dari pgi sampai siang
2.      Pelataran diletakan pada posisi datar dengan menggunakan waterpass dan arah Utara pelataran diletakan menunjuk kearah Utara dengan menggunakan kompas
3.      Menancapkan tongkat istiwa tegak lurus diatas pusat pelataran dengan menggunakan waterpass
4.      Mengamati pergerakan bayang-bayang tongkat istiwa pada pelataran memberi tanda (x) setiap kali bayang-bayang tongkat istiwa menyentuh lingkaran dan mencatat waktunya pada pelataran
5.      Mengamati ketetapan perhitungan awal waktu zhuhur dengan melihat apakah bayang-bayang tongkat istiwa telah bergeser kearah timur
6.      Mengamati ketetapan perhitungan awal waktu ashar dengan melihat apakah bayang-bayang tongkat istiwa telah lebih panjang dari panjang tongkat
7.      Memberi tanda (x) dengan mencatat waktunya pada pelataran saat terjadinya bayang-bayang tongkat istiwa yang menunjuk kearah kiblat
8.      Mencabut tongkat istiwa dalam keadaan pelataran masih tetap berada posisi yang mantap
9.      Menentukan Titik Utara Sejati (TUS) guna menentukan arah Kiblat Titik Utara Sejati (AKTUS) dengan cara sebagai berikut:
a.       Menentukan atau memilih satu diantara ketiga lingkaran yang paling tepat untuk digunakan menetapkan Arah Kiblat Titik Utara Sejati (AKTUS)
b.      Menghubungkan dua titik pada lingkaran yang sama yang telah dipilih sebelumnya dengan sebuah garis lurus
c.       Membuat garis yang tegak lurus pada garis hubung tersebut (b) yang melewati titik pelataran
d.      Membuat garis Arah Kiblat Titik Utara Sejati (AKTUS) dengan menggunakan segitiga Kiblat atau Busur dari titik pelataran

10.  Menentukan Arah Kiblat Kompas AKK) dengan menggunakan segitiga kiblat atau busur dari titik tengah pelataran
11.  Menentukan Arah Kiblat Bayang-bayang (AKB) dengan membuat garis lurus dari titik bayang-bayang kiblat yang melewati titik tengah pelataran
12.  Memproyektasikan Arah Kiblat yang telah diperoleh ke tempat yang akan ditentukan arah kiblatnya.

G.    PENUTUP

Demikian proposal ini disusun sebagai syarat dan acuan melaksanakan praktek  Falak Terstruktur di lapangan.




PENENTUAN AWAL WAKTU SHALAT

1.   Diketahui :
Kota: Palembang
                    L=
2.   Ditanya :
Tentukan Awal Waktu Shalat Dzuhur untuk kota Palembang pada tanggal 24 April 2016
Jika: d=dan m56d MPj 58m 4d
3.      Jawab:
MP= j 58m 4d
SB = 0 0’ 52” +
      = j 58m 56d
    IKH= 0j 1m 4d             +
        12j 00m 00d
Jadi, awal shalat Dzuhur  untuk kota Palembang pada tanggal 24 April 2016 pukul
12:00:00 WIB.












PENENTUAN BAYANG – BAYANG ARAH KIBLAT
1.   Diketahui :
Kota: palembang
 LS/LU
L= BB/BT
2.      Ditanya :
Tentukan saat terjadinya bayang – bayang Arah Kiblat di Kota palembang pada tangga 24 April 2016 jika: 13 05’46” dan A = 65 28’ U-B
3.      Jawab:
a             = 90 - deklinasi                                          b  = 90 -
= 90 - 13 05’46”                                           = 90 -
= 76 54’14”                                                   = 92 59’ 0”
Rumus 1 :                                            Rumus 2:
    Cotan p = cos b tan A               cos(c-p) = cotan a tan b cos p
= 92 59’ 0”  tan 65 28’        = cotan7654’14”tan9259’0”cos-8329’46,89”
= -0,1140                                    =-0,5056
   P = -83 29’ 46,89”               (c-p) = 120 22’16,2”
Kemungkinan I
Kemungkinan 2
(c-p)1 I = -120 22’16,2”
            = -83 29’ 46,89”+
       C1 = -203 52’ 3,09”
            = -13 35’ 28,21”
     MP = 11 58’ 4” +
   LMT = -137’24,21”
      SB = 0 0’ 52” +
             -1 36’ 32,21”
       (mungki/tidak mungkin )


(c-p)2            = 120 22’16,2”
               P= -83 29’ 46,89”+
              C2= 36 52’ 29’,31”/15
                  = 2 27’ 29.95”
            MP = 11 58’ 4” +
           LMT= 14 25’ 33,95”
           SB = 0 0’ 52” +
                   14 26’ 25,95”
             (mungki/tidak mungkin

Jadi, saat terjadinya bayany – bayang Arah Kiblat untuk kota Palembang pada tanggal 24 April 2016 adalah pada pukul 14:26:25,95 WIB




PENENTUAN AWAL WAKTU SHALAT
1.      Diketahui :
Kota: Palembang
                    L=
2.   Ditanya :
Tentukan Awal Waktu Shalat Ashar untuk kota Palembang pada tanggal 24 April 2016
Jika: d=dan m56d MPj 58m 4d
3.   Jawab :
Cotan hashar      = tan Zm+ 1
= tan ( + 1
={() – ()}+ 1
= (tan -16 + 1
= - 0,2882 +1
= 1,2882
      Hashar     = 37 49’ 16,92”
Cos t          = - tan . Tan d + sec  . sec d . sin h
                  = -tanTan+sec.sec sin3749’16,92”
                  =  (0,0521  0,2326) + ( 1,0014 1,0267  0,6132
                  =  (0,0121 + 0,6305)
                  = 0,6426
        t        = 50 0’ 50,51”
        t jam      = 3 20’ 3,37”
        Map   = 11 58’ 4” +
                  =15 18’7,37”
        Sb      = 0 1’ 0,63” +
                  = 15 18’59.37”
Ikhtiati      =0 1’0,63” +
                  =15 20’ 0”
Jadi, awal waktu shalat Ashar untuk kota Palembang pada tanggal 24 April 2016 pukul 15:20:00 WIB.



PENENTUAN AZIMUTH KIBLAT
1.      Diketahui :
Kota: Palembang                                 kota : Mekkah
                                             21 25 LU
L=                                       L=39 50 BT
2.      Ditanya :
Tentukan Arah Kiblat Kota Palembang
3.      Jawab :
                t
              =
              = 92 59
      m
              =
              = 68 35
        Lt – Lm
                     39 50 
                      
 
 
 
 
 
 
           B= 65 27’ 30,82” U-B atau
           B= 24 32’ 29,18” B-U
Jadi, Arah Kiblat Kota Palembang adalah 65 27’ 30,82” dari Utara ke Barat atau 24 32’ 29,18” dari Barat ke Utara.


LAMPIRAN
1.      Perhitungan Awal Waktu Zhuhur
2.      Perhitungan Awal Waktu Ashar
3.      Perhitungan Arah Kiblat
4.      Perhitungan Bayang-bayang Kiblat

























Tidak ada komentar:

Posting Komentar